Bagi-bagi laprak ya, siapa tau dapat ngebantu adek tingkat nanti hihi

PRAKTIKUM I

Topik               : Daun tunggal dan bagian-bagiannya

Tujuan             : Mengenal bagian-bagian daun dan ciri-ciri daun tunggal

Hari/Tanggal   : Kamis/ 1 Maret 2018

Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP ULM Banjarmasin

 

  1. ALAT DAN BAHAN
  2. Alat-alat
  3. Baki/nampan
  4. Alat tulis
  5. Bahan-bahan
  6. Daun Bambu (Bambusa sp)
  7. Daun Tebu (Saccharum officinarum )
  8. Daun Pisang (Musa paradisiaca )
  9. Daun Jarak (Riccinus communis )
  10. Daun Widelia (Widelia sp)
  11. Daun Keladi (Colocasia sp)
  12. Daun Mangga (Mangifera indica )
  13. Daun Bunga Sepatu (Hibiscus rosasinensis)

 

  1. CARA KERJA
  2. Mengamati bagian-bagian daun : tangkai (petiolus), pelepah (vagina), helaian (lamma), lidah-lidah (ligula).
  3. Mengamati bangun daun : lanset, bulat telur, bulat telur terbalik, perisai, garis, pita, dsb.
  4. Mengamati ujung daun : runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, berbelah, berduri.
  5. Mengamati pangkal daun : runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, berlekuk.
  6. Mengamati tepi daun : rata, bergigi, bergerigi, bergerigi ganda, beringgit berombak, berlekuk, bercangap, berbagi.
  7. Mengamati daging daun : tipis seperti selaput, tipis lunak seperti kertas, seperti perkamen, seperti kulit, berdaging.
  8. Mengamati pertulangan daun : menyirip, menjari, melengkung, sejajar.
  9. Mengamati permukaan atas dan bawah daun : gundul, licin (mengkilat, suram, berselaput lilin), kasap, berkerut, berbingkul-bingkul, berbulu (jarang, halus, dan rapat kasar).
  10. Mengamati warna daun pada permukaan atas dan bawah.
  11. Buatlah gambar hasil pengamatan dan beri keterangan

 

  • DASAR TEORI

Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat, pada batang bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar. Kaya akan suatu zat warna hijau daun yang dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat untuk:

  1. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi)
  2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
  3. Penguapan air (transpirasi)
  4. Pernapasan (respirasi)
  1. Bagian-bagian daun

Daun lengkap terdiri dari tiga bagian, yaitu

  1. Upih daun atau pelepah daun (vagina)
  2. Tangkai daun (petioulus)
  3. Helaian daun (lamina)
  1. Bangun/bentuk daun (Circumcriptio)

Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar maka daun dibedakan empat golongan, yaitu daun dengan:

  1. Bagian yang terlebar kira-kira di tengah-tengah helaian daun.

Tumbuhan yang memliki daun yang bagian terlebarnya terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat atau bundar (orbicularis), bangun perisai (pelitatus), jorong (ovalis atau ellipticus), memanjang (oblongus), dan bangun lanset (lanceolatus).

  1. Bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daun

Daun-daun yang mempunyai bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daunnya dibedakan dalam dua golongan, yaitu:

  1. Pangkal daunnya tidak bertoreh. Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti: bangun bulat telur (ovatus), bangun segitiga (tringularis), bangun delta (deltoideus), dan bangun belah ketupat (rhomboideus).
  2. Pangkal daun bertoreh atau berlekuk. Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti: bangun jantung (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal (reniformis), bangun anak panah (sagittatus), bangun tombak (hastatus), dan bangun bertelinga (auricalatus).
  3. Bagian yang terlebar terletak di atas tengah-tengah helaian daun.

Daun dengan bagian yang terlebar terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bagunan daunnnya adalah bangun bulat telur sunsang (abovatus), bangun jantung sunsang (obcordatus), bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus), dan bangun sudip atau bangun spatel atau solet (spathulatus).

  1. Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal ke ujung dapat dikatakan sama lebarnya

Dalam golongan ini termasuk daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan panjang daun. Pada umurnya bentuk daun yang dari pangkal ke ujung sama lebarnya adalah bangun garis (linearis), bangun pita (ligulatus), bangun pedang (ensiformis), bangun paku atau dabus (subulatus), dan bangun jarum (acerosus).

  1. Ujung daun (Apex felli) dan pangkal daun (Basis Folli)

Ujung dan pangkal daun dapat memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh bentk ujung dau yang sering kita jumpai yaitu runcing (acultus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), rompang (truncatus), terbelah (retusus), dan berduri (mucronatus).

  1. Susunan tulang daun (nervatio atau venation)

Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan dalam tiga macam, yaitu: ibu tulang daun (costa), tulang-tulang cabang (nervus lateralis), dan urat-urat daun (vena). Berdasarkan arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, dapat dibedakan beberapa macam susunan tulang daun dan berdasarkan susunan tulangnya dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu daun-daun yang bertulang melengkung (cervinervis), dan daun-daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).

  1. Tepi daun (margo folli)

Secara garis besar tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu: rata (interger), dan bertoreh (disvisus). Toreh-toreh pada tepi daun sangat beraneka ragam sifatnya. Biasanya toreh-toreh pada tapi daun dibedakan dalam tiga golongan, yaitu:

  1. Tepi daun yang bertoreh merdeka.

Tepi daun dengan toreh yang medeka banyak pula ragamnya, namun yang sering kita jumpai adalah tepi daun yang dinamakan bergerigi (serratus), bergerigi ganda/rangkap (bisseratus), bergigi (dentatus), beriggit (crenatus), dan berombak (repandus).

  1. Tepi daun dengan toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya.

Berdasarkan dalamnya toreh-toreh pada tepi daun dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: berlekuk (lobatus), bercangap (fissus) dan berbagi (pertitus).

  1. Daging daun (intervenium)

Daging daun (intervenium) adalah bagian daun yang terdapat di antara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Di bagian ini zat-zat yang diambil dari luar tubuh diubah menjadi zat-zat yang sesuai dengan keperluan kehidupan tumbuhan. Tebal tipisnya helaian daun tergantung dari tebal tipisnya daging daun dapat bersifat seperti selaput (membranceus), seperti kertas (papyraceus) atau (chartaceus), tipis lunak (herbaccus), seperti perkamen (perkamenteus), seperti kulit belulang (cortactius), dan berdaging (carnosus).

  1. Warna daun

Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau, namun tidak jarang kita jumpai daun yang berwarna tidak hijau. Selain itu warna hijau pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi atau nuansa, misalnya merah, hijau bercampur atau tertutup warna merah, atau hijau kekuningan.

  1. Permukaan daun

Pada umumnya warna daun pada sisi atas dan bawah jelas berbeda, biasanya sisi atas tampak lebih hijau, licin atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Kadang-kadang pada permukaan daun terdapat alat-alat tambahan yang berupa sisik-sisik, rambut-rambut, duri, dll. Oleh karena itu orang membedakan permukaan daun ada yang licin (laevis), gundul (glaber), kasap (scaber), berkerut (rugosus), berbingkul-bingkul (billatus), berbulu (pilosus), bebulu halus atau rapat (villosus), berbulu kasar (hispidus), dan bersisik (lepidus).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  1. HASIL PENGAMATAN
  2. Table pengamatan

 

 

 

 

No.

 

Nama tumbuhan

 

Bangun daun

 

Ujung daun

 

Tulang daun

 

Pangkal daun

 

Tepi daun

 

Daging daun

Permukaan atas dan bawah daun  

Warna daun

Atas Bawah
1. Daun bambu (Bambusa sp) Lanset Runcing Sejajar Runcing Rata Perkamen Kasap Berbulu halus Hijau tua
2. Daun tebu (Saccharum officinarum I) Pita Runcing Sejajar Romping Rata Perkamen Kasap Kasap Hijau tua
3. Daun pisang (Musa paradisiaca L.) Jorong Tumpul Menyirip Tumpul

 

Rata Tipis seperti kertas Licin

Mengkilat

Licin berselaput lilin Hijau tua
4. Daun jarak merah  (Jatropha gossypifolia) Perisai Runcing Menjari Berlekuk Bergerigi Tipis seperti kertas Licin Berkerut Hijau bercampur atau tertutup warna merah
5. Daun widelia (Wiledia sp) Bulat Runcing Menyirip Meruncing Bergerigi Seperti kulit belulang Berbulu kasar Berbulu kasar Hijau tua
6. Daun keladi (Colocasia sp) Daun bangun Perisai Meruncing Menyirip Berlekuk Rata Seperti Kertas Licin berlapis lilin Licin suram Hijau tua
7. Daun mangga (Mangifera indica L.) Lanset Meruncing Menyirip Runcing Rata Seperti perkamen Licin Licin Hijau tua
8. Daun bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis) Bulat telur Runcing Menjari Membulat Bergigi Tipis seperti kerta Licin Kasap Hijau tua

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Gambar hasil pengamatan
  2. Daun bambu (Bambusa sp)
  3. Gambar Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Pangkal daun
  3. Helaian daun
  4. Tepi daun
  5. Pelepah/upih

 

 

  1. Foto Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Pangkal daun
  5. Pelepah/upih

Sumber: Dok.Pribadi,2018

 

  1. Foto Literatur

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Pangkal daun
  5. Pelepah/upih

Sumber:  (Sekartaji, 2014)

 

  1. Daun tebu (Saccharum officinarum)
  2. Gambar Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pelepah

 

 

 

  1. Foto Pengamatan

Keterangan :

  1. Helaian daun
  2. Tepi daun
  3. Pangkal daun
  4. Pelepah

 

 

Sumber: Dok.Pribadi,2018

 

  1. Foto Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pelepah

 

Sumber:  (Soradika, 2014)

  1. Daun pisang (Musa paradisiaca )
  2. Gambar pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helain daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pangkal daun
  6. Pelepah

 

 

 

  1. Foto Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helain daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pangkal daun
  6. Pelepah

 

Sumber: Dok.Pribadi,2018

 

  1. Foto Literatur

Keterangan :

  1. Tepi daun
  2. Helain daun
  3. Pangkal daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pelepah daun

 

 

Sumber: (Sugiyanto, 2018)

 

  1. Daun jarak merah (Jatropha gossypifolia L.)
  2. Gambar Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Urat daun
  5. Pangkal daun
  6. Tangkai daun

 

 

  1. Foto Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Urat daun
  5. Pangkal daun
  6. Tangkai daun

Sumber: Dok.Pribadi,2018

 

 

  1. Foto Literatur

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Urat daun
  5. Pangkal daun
  6. Tangkai daun

Sumber:  (Aryanto, 2018)

 

  1. Daun Widelia (Widelia sp)
  2. Gambar Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun

 

 

 

  1. Foto Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun

 

 

Sumber: Dok.Pribadi,2018

 

  1. Foto Literatur

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pangkal daun

 

Sumber:  (Riana, 2015)

  1. Daun keladi (Colocasia sp)
  2. Gambar pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Pangkal daun
  5. Tangkai daun

 

 

 

  1. Foto pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Pangkal daun
  4. Tepi daun
  5. Tangkai daun

 

Sumber: Dok.Pribadi,2018

 

 

  1. Foto Literatur

Keterangan :

  1. Pangkal daun
  2. Helaian daun
  3. Ujung daun
  4. Tepi daun
  5. Tangkai daun

 

Sumber: (Kogopa, 2016)

  1. Daun mangga (Mangifera indica )
  2. Gambar pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helain daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pangkal daun
  6. Tangkai daun

 

 

  1. Foto Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helain daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pangkal daun
  6. Tangkai daun

Sumber: Dok.Pribadi,2018

 

 

  1. Foto Literatur

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helain daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pangkal daun
  6. Tangkai daun

Sumber: (Kurniawan , 2017)

  1. Daun bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis)
  2. Gambar pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pangkal daun
  6. Tangkai daun

 

  1. Foto Pengamatan

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pangkal daun
  6. Tangkai daun

Sumber: Dok.Pribadi,2018

 

  1. Foto Literatur

Keterangan :

  1. Ujung daun
  2. Helaian daun
  3. Tepi daun
  4. Ibu tulang daun
  5. Pangkal daun
  6. Tangkai daun

Sumber: (Kurniawan , 2017)

 

  1. ANALISIS DATA
  2. Tanaman Bambu (Bambusa sp)

Klasifikasi     :

Kingdom       : Plantae

Sub kingdom            : Viridiplantae

Divisi                        : Magnoliophyta

Kelas             : Magnoliopsida

Sub Kelas      : Commelinidae

Ordo             : Poales

Famili            : Graminae

Sub Famli      : Bambusidae

Genus            : Bambusa.

Spesies          : Bambusa sp

Sumber          : (Cronquist, 1981)

Berdasarkan pengamatan daun bambu adalah salah satu tanaman berdaun lengkap karena memiliki bagian-bagian sepert tangkai daun (petiolus), helaian daun (lamina), dan pelepah daun (vagina). Bangun daun berbentuk lanset (lanceolatus), daging daun seperti perkamen (perkamenteus), tepi daun rata (integer), pangkal daun runcing (acutus), ujung daunnya runcing (acutus) dan memliki pertulangan daun sejajar (rectinervis) karena hanya terdapat satu tulang ditengah yang besar membujur daun, serta anak tulang yang lainnya mempunyai arah yang sejajar. Permukaan daun bagian atas kasap (scaber) sedangkan permukaan daun bagian bawah berbulu halus (villosus). Dan daun bambu memiliki warna hijau tua.

Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (2017:11) bambu (Bambusa sp) merupakan salah satu tanaman yang berdaun lengkap.

 

  1. Daun tebu (Saccharum officinarum I.)

Klasifikasi :

Kingdom       : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  : Spermatophyta (Tumbuhan biji)
Divisi                        : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas             : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas      : Commelinidae
Ordo             : poales
Famili            : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus            : Saccharum
Spesies          : Saccharum officinarum L.

Sumber          : (Kurniawan , 2017)

Berdasarkan hasil pengamatan daun tanaman tebu merupakan daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari pelepah daun (vagina) dan helaian daun (lamina), tanpa tangkai daun (petiolus). Ujung daun tebu adalah runcing (acutus), pangkal daun rompang (truncatus), dan dengan bentuk kedua tepi daun rata (integer). Daun tebu memilik bangun daun pita (ligulatus), daging daun tebu seperti perkamen (perkamenteus), dan memiliki pertulangan daun sejajar (rectinervis).  permukaan daun bagian atas kasap (scaber), dan permukaan daun bagian bawah kasap (scaber). Warna daun tebu adalah hijau.

Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (2017:17) upih daun selain merupakan bagian daun yang melekat atau memeluk batang, juga dapat memiliki fungsi lain yaitu sebagai pelindung kuncup yang masih muda, seperti dapat dilihat pada tanaman tebu (Saccharum officinarum I.).

 

  1. Daun pisang (Musa paradisiaca )

Klasifikasi :

Kingdom       : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi  : Spermatophyta
Divisi                        : Magnoliophyta

Kelas             : Liliopsida
Sub Kelas      : Commelinidae
Ordo             : Zingiberales
Famili            : Musaceae
Genus            : Musa
Spesies          : Musa paradisiaca L.

Sumber          : (Ambarita & Bayu, 2015)

Menurut hasil pengamatan daun pisang merupakan daun lengkap karena memiliki helaian daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun (vagina). Daun pisang memilili ujung daun tumpul (obtusus),dan pangkal daun tumpul (obtusus). Memiliki tepi daun rata (integer), dan daging daun seperti kertas (papyraceus). Daun pisang memiliki pertulangan daun menyirip (penninervis), dan daun pisang memiliki bangun jorong (ovalis atau ellipticus). Daunnya berwarna hijau tua. Permukaan daun pisang bagian atas licin (laevis), sedangkan permukaan bagian bawah berselaput lilin (pruinosus).

Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (2017:11) pisang (Musa paradisiaca L.) merupakan salah satu tanaman yang berdaun lengkap.

 

  1. Daun Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L)

Klasifikasi     :

Kingdom       : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)

Super divisi   : Spermatophyte (menghasilkan biji)

Divisi                        : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)

Kelas             : Magnoliopsida (berkeping dua)

Sub kelas       : Rosidae

Ordo             : Euphorbiales

Family           : Euphorbiaceae

Genus            : Jatropha

Spesies          : Jatrhopa gossypifolia linn

Sumber          :  (Cronquist, 1981)

Menurut hasil pengamatan daun jarak merupakan daun yang tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina) saja tanpa adanya pelepah daun (vagina). Daun tanaman ini mempunyai ujung daun runcing (acutus), dan pangkal daun berlekuk (emarginatus). Daun jarak mempunyai bangun daun perisai (peltatus). Tepi daunnya bergerigi (dentatus), pertulangan daunnya menjari (palminervis), dan daging daunnya seperti kertas (papyraceus). Permukaan daun bagian atas licin (laevis), sedangkan permukaan bagian bawah berkerut (rugosus).

Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (2017:40) daun jarak merupakan salah satu tanaman yang memiliki tipe daun-daun yang bertulang menjari (palminervis).

 

  1. Daun widelia (Widelia sp)

Klasifikasi     :

Kingdom       : Plantae

Divisio          : Magnoliophyta

Classis           : Magnoliopsida

Ordo             : Asteridae

Familia          : Asteraceae

Genus            : Widelia

Species          : Widelia sp

Sumber          : (Cronquist, 1981)

Menurut hasil pengmatan daun ini dikatakan tidak lengkap karena dia hanya memiliki bagian-bagian daun terkecuali upih daun atau pelepah daun (vagina), daun widelia memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamila). Daun widelia mempunyai bangun daun bulat (orbicularis), dengan ujung daun runcing (acutus), pangkal daun meruncing (acuminatus), tepi daun bergerigi (serratus), serta daging daun seperti kulit belulang (cortacius). Daun widelia memiliki susunan tulang tulang daun menyirip (penninervis). Permukaan daun bagian atas berbulu kasar (hispidus), dan permukaan bawah berbulu kasar (hispidus). Daun widelia mempunyai warna daun hijau.

 

  1. Daun keladi (Colocasia sp)

Klasifikasi     :

Kingdom       : Plantae

Divisio          : Magnoliophyta

Classis           : Liliopsida

Subclassis      : Arecidae

Ordo             : Arales

Familia          : Areceae

Genus            : Colocasia

Species          : Colocasia sp

Sumber          :  (Cronquist, 1981)

Menurut hasil pengamatan daun keladi adalah daun lengkap karena memiliki helaian daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun (vagina). Daun keladi mempunyai bentuk daun perisai (peltatus), pangkal daun yang berlekuk (emarginatus), ujung daun yang meruncing (acuminatus), tepi daun yang rata (integer), serta daging daun seperti kertas (papyraceus).pertulangan daunnya adalah menyirip (penninervis). Permukaan bagian atas daun licin berlapis lilin (pruinosus), sedangkan permukaan bawah licin suram (opacus). Daun keladi mempunyai warna hijau tua.

Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (2017:25) daun keladi merupakan salah satu tipe daun dengan bangun daun perisai.

 

  1. Daun mangga (Mangifera indica )

Klasifikasi     :

Kingdom       : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Super Divisi  : Spermatophyta

Divisi                        : Magnoliphyta

Classis           : Magnoliopsida

Subkelas        : Rosidae

Ordo             : Sapindales

Famili            : Anacardiaceae

Genus            : Mangifera

Species          : Mangifera indica L.

Sumber          :  (Cronquist, 1981)

Menurut hasil pengamatan daun mangga adalah daun yang tidak lengkap karena tidak memiliki pelepah daun (vagina). Daun mangga memiliki ujung daun yang meruncing (acuminatus), pangkal daun yang runcing (acutus), tepi daun rata (integer), tulang daun menyirip (penninervis), daging daun seperti perkamen (perkamenteus). Daun mangga memiliki bangun daun lanset (lanceolatus). Daun mangga memiliki permukaan atas daun licin (laevis), sedangkan permukaan bawah kasap (scaber). Daun mangga berwarna hijau tua.

Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (2017:38) daun mangga merupakan tipe susunan tulang daun nya adalah bertulang menyirip.

 

  1. Daun bunga sepatu (Hibiscus rasasinensi)

Klasifikasi     :

Kingdom       : Plantae

Divisi            : Spermathophyta

Kelas             : Dicotyledonae

Ordo                         : Malvales

Family           : Malvaceae

Genus            : Hibiscus

Species          : Hibiscus rosasinensis

Sumber          :  (Cronquist, 1981)

Menurut hasil pengamatan, helaian daun kembang sepatu memiliki bangun daun bulat telur (ovatus), ujung daun yang meruncing (acuminatus), pangkal daun yang membulat (rotundatus), tepi daun yang bergerigi (serratus), daging daun tipis seperti kertas (papyraceus), dengan permukaan atas berbulu kasar (hispidus) dan bawah daun yang kasap (scaber), serta warna daun hijau tua pada bagian atas, dan dengan pertulangan daun yang menyirip (penninervis).

Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (2017:26) bangun bulat telur misalnya pada kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. KESIMPULAN
  2. Daun lengkap terdiri dari tiga bagian, yaitu upih daun atau pelepah daun (vagina). Tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina).
  3. Ada beberapa daun tunggal yang memiliki daun lengkap, antara lain: daun bambu, daun pisang dan dau keladi
  4. Daun yang tidak lengkap adalah: daun tebu, daun jarak,daun widelia,daun mangga dan daun bunga sepatu
  5. Daun tunggal adalah daun yang dalam satu tangkai hanya terdapat satu daun saja, contohnya : daun Bambu (bambusa sp), daun Tebu (Saccharum officinarum L.), daun Pisang (Musa paradisiacal L.), daun Jarak (Ricinus communis L.), daun Widelia (Widelia sp), daun Keladi (Colocasia sp), daun Mangga (Mangifera indica L.), daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosasinensis).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • DAFTAR PUSTAKA

Ambarita, M. D., & Bayu, E. S. (2015). Identifikasi Kareakter Morfologis Pisang di Kabupaten Deli Serdang, 14.(Diakses pada 2 maret 2018)

Amintarti, S. (2018). Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin: Penerbit Usaha Batang.

Aryanto. (2018, Februari 3). Mengenal Kegunaan Dan Manfaat Daun Jarak Merah Bagi Kesehatan. Retrieved from https://www.aryanto.id/artikel/id/2422/manfaat-daun-jarak-merah (Diakses pada 2 maret 2018)

Cronquist, A. (1981). An Integrated System of Flowering Plants. New York: Columbia Univesity.

Kogopa, Y. (2016, Juni 2). Kisah, Keladi Kecil Dari Pegunungan. Retrieved from http://munnikiba2014.blogspot.co.id/2016/06/kisah-keladi-kecil-dari-pegunungan.html (Diakses pada 2 maret 2018)

Kurniawan , F. (2017). Identiikasi morfologis tanaman .

Riana. (2015, Juli 28). Widelia, Indah Bentuknya Ampuh Khasiatnya. Retrieved from http://www.jitunews.com/read/18390/widelia-indah-bentuknya-ampuh-khasiatnya (Diakses pada 2 maret 2018)

Sekartaji, A. (2014, Januari 27). DAUN BAMBU MUDA DIOLAH JADI KERIPIK. Retrieved from https://arumsekartaji.wordpress.com/2014/01/27/daun-bambu-muda-diolah-jadi-keripik/ (Diakses pada 2 maret 2018)

Soradika, R. O. (2014, Maret 6). Laporan Praktikum 1 Daun tunggal dan bagian-bagiannya . Retrieved from http://refianaoktasoradika.blogspot.co.id/2014/03/laporan-praktikum-1-daun-tunggal-dan.html (Diakses pada 2 maret 2018)

Sugiyanto. (2018, Maret 2). Di Jepang, Lima Lembar Daun Pisang Ditawarkan Rp 684 Ribu. Retrieved from http://www.tribunnews.com/internasional/2018/03/02/di-jepang-lima-lembar-daun-pisang-ditawarkan-rp-684-ribu (Diakses pada 2 maret 2018)

Tjitroseopomo, G. (2017). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s